Friday 11 September 2015

Berhentilah dan Lihatlah.

Berhenti menghakimi masalaluku..
Masalalu seseorang,dimanapun ,dan bagaimanapun ceritanya selalu memberi kenangan baginya..

Namun itu dulu..
Akan ada saatnya waktu terus bergulir dan semua yg telah tergores akan terlewat begitu saja..
Jika dulu aku begitu hina,begitu lemah imanku,atau mungkin begitu banyak luka yg aku goreskan padamu, maafkanlah aku..
Ijinkan aku bersama kembali utk membentuk masa depan baru denganmu dlm lindunganNya menuju surgaNya..
Tak cukup hanya itu..
Jika engaku pedamping hidupku atau saudariku ijinkan aku membuang segala masa laluku..
Aku pun berjuang utk bisa terlepas dari belenggunya.. Berusaha menata kembali puing-puing dosa agar dapat ku ubah menjadi pahala..
Tak mudah langkahku.. Terjatuh dan bangkit lagi.. Terjatuh lagi dan bangkit lagi dan terus seperti itu..
Sadarilah aku terus mencoba memantaskan diri,memperkaya ilmu utk membenahi kekhilafanku..
Aku bukan sesempurna yg kau pandang..
Fisikku hanya titipan yg akan berubah seiring dengan bertambahnya usia ku.. Ucapanku tak seindah yg terlihat ..
Aku terus berfikir ,mengubah bahkan berpacu dengan egoku demi menjaga lisanku agar tak menyayat jiwamu..
Namun tetap akan luput dan tanpa sengaja akan melukai..
Mohon maaf utk masa laluku..
Ijinkan aku menapaki masa depan bersamamu..
Bersama menuju akhir perjuangan kita yaitu surga..

Monday 7 September 2015

Filosofi Secangkir Teh






Pernahkah anda meminum secangkir teh ? secangkir teh hangat di sore hari begitu nikmat apalagi jika anda hirup ...





Apakah anda memperhatikan teh yang anda minum ? Coba anda perhatikan kehidupan . Apakah ada kesamaan kehidupan dengan teh? Mungkin ini pemikiran singkat saya tentang teh dan kehidupan..





Ada suatu pernyataan yang mengatakan bahwa seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya. seperti seorang anak yang rajin dan penurut bisa menjadi seorang yang bertolak belakang dengan kehidupan sebelumnya karena dia berada dilingkungan yang kurang baik.. Tetapi saya mempunyai satu pernyataan lagi yang sedikit berbeda dengan pernyataan diatas. bahwa seseorang juga bisa mempengaruhi lingkungannya..





seperti seorang anak yang baik bisa juga mempengaruhi lingkungan yang kurang baik dimana ia berada saat ini,dia bisa mengubah lingkungan yang kurang baik tadi menjadi lingkungan yang bahkan lebih baik daripada hanya baik..





jika tadi adalah pernyataan tentang kehidupan maka selanjutnya saya akan membahas teh.. coba anda perhatikan teh yang akan anda buat..





saat anda akan mencelupkan kantong teh kedalam secangkir air panas ...





ibaratkan kantong teh itu adalah anda..





anda akan masuk kedalam lingkungan yang baru yang belum anda tau sebelumnya... kemudian saat teh itu sudah tercampur dengan air di cangkir lihat lah ... :)





teh itu mengubah air menjadi coklat warna teh..





kembali lagi ke kesamaan kehidupan dengan teh tadi anda mungkin bisa memahami antara teh tadi dengan gambaran kehidupan.





ternyata teh juga mempunyai kesamaan dengan kehidupan yang mungkin hanya sebagian orang yang menyadarinya. teh begitu memberi banyak arti bahkan disuatu negara ada suatu tradisi dalam meminum teh. teh bukan hanya memberi insprasi dikala sore hari bagi seorang pujangga tapi teh juga memberi filosofi dalam kehidupan..





demikian postingan saya di malam ini. sudahkah anda menikmati secangkir teh dimalam ini sebelum anda rehat keperaduan? :)

Friday 6 March 2015

Langit Jingga...

Suasana temaram sore itu membuat siapapun merasakan sesuatu yang begitu indah, sebuah karunia Illahi yang hadir menyambangi bumi lewat indahnya warna langit yang begitu merah merona ,
diterpa hembusan angin yang seolah-olah tak ingin tertinggal untuk menemani suasana sore yang demikian rupa indahnya.
Matahari yang tenggelam seolah tak rela berganti dengan bulan ia seolah ingin tetap menyinari bumi dan isi nya.Suasana sore bertambah dingin saat waktu terus bergulir menemani matahari ke peraduannya.
Waktu tak dapat berhenti dan tak dapat kembali semua terus bergulir. Setiap insan yang merasakan dan menikmati waktu sore pasti akan termenung dengan apa saja yang telah terjadi hari ini.Semua yang sudah berlalu seolah terekam dan tersimpan menjadi masalalu walau hanya terpaut hitungan jam.
Langit jingga sore itu begitu mempesona ,selang kemudian lampu-lampu kota pun mulai menerangi setiap sudut jalan.Tak terasa telah sampai lah kita pada waktu yang dinanti saat indah menikmati hari sesuai pulang beraktifitas maupun meluangkan waktu sore diakhir pekan. Semua perasaan bercampur aduk dikala sore menjelang, perasaan akan kehilangan matahari yang telah terbenam.
Membuat hati ini bersedih apakah esok hari aku masih bisa menikmati sore yang selalu kunanti setiap hari?.Apakah esok matahari akan menyinari bumi dan mengalahkan mendung yang datang agar aku bisa melihat matahari kembali bersemayam?
Langit jingga teruslah hadir esok hari dan seterusnya,agar aku bisa merasakan kedamaian dikala sore menjelang.Temani aku sampai suara adzan maghrib menjelang agar aku bisa bersujud kepada Sang Illahi dan bercerita tentang keluh kesah ku di hari tadi dan hari lalu.